Magelang, 3 September 2024 – Tidak seperti biasanya, jam 09.00 WIB aula Kecamatan Salaman dipenuhi semangat dari perwakilan Ibu-Ibu PKK se-Kecamatan Salaman. Mereka adalah para peserta pelatihan ecoprint yang diadakan pada hari ini. Program pelatihan ini merupakan upaya untuk memperkenalkan dan mengembangkan keterampilan ecoprint, teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami yang ramah lingkungan. Acara ini terselenggara berkat kerjasama dari KSPPS BMT BIMA Magelang melalui ULAZ MKU BIMA dan TP PKK Kabupaten Magelang, khususnya di Kecamatan Salaman.

Secara resmi dibuka oleh oleh Ibu PJ Bupati Magelang, Ibu Medina Setyo Achanto, beliau menyampaikan pentingnya melestarikan seni dan budaya lokal melalui inovasi seperti ecoprint yang tidak hanya memanfaatkan sumber daya alam secara bijak tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar.

“Pelatihan ecoprint ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang ekonomi kreatif. Kami berharap peserta dapat mengembangkan keterampilan ini dan menjadikannya sebagai usaha yang bermanfaat.”

Pelatihan ini dipandu oleh Ibu Ita Sarifah, seorang praktisi ecoprint yang telah berpengalaman dari “Corak Alam”. Ibu Ita membagikan pengetahuan dan teknik-teknik dasar ecoprint, mulai dari pemilihan bahan daun dan bunga, hingga proses pencetakan motif pada kain. Peserta yang terdiri dari berbagai kalangan, baik ibu rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga para pemuda setempat, terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan.

“Ecoprint adalah cara yang menyenangkan dan ramah lingkungan untuk menghasilkan produk tekstil dengan motif alami yang unik dan artistik. Saya berharap, setelah pelatihan ini, peserta dapat menciptakan karya-karya yang bernilai jual tinggi,” kata Ibu Ita Sarifah saat memberikan materi.

Pelatihan ecoprint ini tidak hanya memberikan ilmu baru bagi peserta, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan usaha berbasis kreativitas dan keberlanjutan. Banyak peserta yang merasa termotivasi untuk memulai bisnis ecoprint setelah melihat potensi dari teknik ini.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi, di mana para peserta berkesempatan untuk mengajukan berbagai

pertanyaan seputar ecoprint dan cara mengembangkan bisnis dari keterampilan yang baru mereka pelajari. Dengan berakhirnya pelatihan ini, diharapkan akan lahir pengusaha-pengusaha baru yang mampu membawa produk ecoprint ke pasar yang lebih luas, sekaligus memperkenalkan kekayaan alam Magelang dalam bentuk yang berbeda.

“Kami sangat berterima kasih atas kesempatan ini. Kami akan terus berlatih dan berharap bisa segera memulai usaha ecoprint di desa kami,” ungkap salah satu peserta.

Di akhir acara, Ibu Medina juga sempat membagikan kenangan ketika memberikan harapan terhadap “Banana Crez” salah satu produk makanan lokal binaan dari ULAZ MKU BIMA. Beliau berharap semakin banyak UMKM yang terbantu dan mampu menjadi produk yang lebih unggul untuk dapat bersaing di pasaran. Sudah saatnya produk-produk lokal menjadi raja pasar di masyarakat sendiri. Untuk pembangunan dan ekonomi yang semakin maju.