Sabtu, 23 Agustus 2024, KSPPS BMT BIMA Muntilan kembali mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah dalam ajang Karnaval Budaya Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang dalam rangka peringatan kemerdekaan Republik Indonesia ke-79. Acara yang sudah menjadi tradisi tahunan ini selalu dinanti-nanti oleh masyarakat setempat karena menampilkan beragam budaya, seni, dan tradisi yang menggambarkan kekayaan lokal. Tahun ini, karnaval diikuti oleh puluhan grup peserta dari berbagai lembaga pendidikan, desa dan wilayah di Kecamatan Muntilan yang masing-masing membawa tema unik dalam penampilan mereka. Berbagai kostum warna-warni, teater tradisional, dan atraksi budaya memenuhi jalanan, menambah semarak suasana.
Karnaval dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan sore hari masih terpantau ramai. Sejak pagi, sebelum acara resmi dimulai, jalanan utama di Muntilan sudah dipenuhi oleh masyarakat yang antusias datang untuk menyaksikan parade budaya. Kemeriahan sudah terasa sejak dini hari, dengan para pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai makanan khas daerah, serta keluarga-keluarga yang sengaja datang lebih awal untuk mendapatkan tempat terbaik di sepanjang rute karnaval. Atmosfer pagi itu penuh dengan keceriaan, di mana anak-anak bersuka cita menyambut iring-iringan pawai karnaval.
Karnaval Budaya ini tak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga wadah bagi masyarakat untuk berinteraksi, berbagi
kebahagiaan, dan mempererat tali silaturahmi. Para peserta karnaval, yang berasal dari berbagai latar belakang, tak hanya menampilkan keahlian mereka dalam berkesenian, tetapi juga memperlihatkan rasa persatuan dan kebersamaan. Beberapa kelompok peserta juga menampilkan inovasi kreatif dalam paduan tradisi dan modernitas, seperti mengombinasikan musik tradisional dengan alat musik modern, atau menghadirkan pertunjukan patung ogoh-ogoh raksasa yang menambah meriah acara. Hal ini mencerminkan dinamika budaya lokal yang terus berkembang tanpa melupakan akar tradisi.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati Magelang, Bapak Sepyo Achanto yang hadir di panggung kehormatan di depan Kantor BMT BIMA Muntilan. Dalam sambutannya, Pj Bupati menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan karnaval ini, yang dinilai mampu mengangkat kearifan lokal sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan kebanggaan bagi masyarakat Muntilan. Beliau juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah arus modernisasi yang semakin deras. Karnaval Budaya seperti ini, menurutnya, adalah salah satu cara efektif untuk melibatkan generasi muda dalam menjaga tradisi.

Di sela-sela acara, Bapak Sepyo Achanto beserta Isri juga menyempatkan diri untuk mengunjungi stand Pojok MKU (Membina Keluarga Utama), sebuah inisiatif yang dijalankan oleh BMT BIMA Muntilan melalui unit sosial Baitul Maal. Stand ini memamerkan berbagai produk unggulan UMKM di wilayah Magelang, yang telah dibina dan diberdayakan oleh BMT BIMA. Produk-produk yang ditampilkan mencakup beragam sektor, mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan, hingga busana batik. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan panggung bagi UMKM lokal agar lebih dikenal oleh masyarakat luas dan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis syariah.
Beberapa produk yang menarik perhatian beliau antara lain produk olahan dari ketela yang dikemas modern namun tidak meninggalkan ciri khas dan citarasa tradisional. Pj Bupati menyatakan kekagumannya terhadap kualitas dan kreativitas produk-produk yang dipamerkan. Beliau juga memberikan dorongan agar para pelaku UMKM terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk mereka, sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas.
Karnaval ini tidak hanya menjadi ajang peringatan kemerdekaan, hiburan dan perayaan budaya, tetapi juga sebagai momentum penting bagi BMT BIMA untuk menunjukkan peran strategisnya dalam mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Dengan adanya program-program seperti MKU dan unit sosial Baitul Maal, BMT BIMA berkomitmen untuk terus memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi lokal, sekaligus menjaga kelestarian budaya dan kearifan lokal di Kabupaten Magelang.












