BMT BIMA Sehat & Bermanfaat

Selalu mendapat predikat Cukup Sehat dari Kementerian Koperasi Jakarta bukanlah prestasi sederhana, karena tidak banyak BMT yang berbadan hukum Koperasi dapat meraih predikat tersebut. Juga telah mampu membiayai sebanyak 62.812 orang anggota menunjukkan bahwa BMT BIMA memberikan banyak manfaat bagi perkembangan ekonomi rakyat khususnya UMKM.

Ditengah kelesuan dan keterpurukan Ummat, KJKS Baitul Maal Wat Tamwil Bina Insan Mulia (BMT BIMA) mencoba hadir untuk sekedar menyampaikan sajian sederhana bagi sesama, agar kita bangkit untuk hari esok yang lebih Manfaat dan Bermartabat. Dalam memperlancar tujuannya BMT BIMA telah membuat visi misi yang relevan dengan keberpiha-kannya kepada rakyat.

Ketua KJKS BMT BIMA, H. Abdul Hadi Nashir, SE menjelaskan bahwa BMT BIMA didirikan sejak 02 Januari 1995 bertujuan mewu-judkan perekonomian rakyat yang kuat sehingga mendorong terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi sesama.

“Kita ingin mewujudkan perekonomian rakyat yang kuat serta memanfaatkan sistem informasi dan teknologi untuk peningkatan efiktifitas dan efisiensi usaha sehingga mendorong terciptanya keadilan bagi sesama.”

Kehadiran BMT BIMA, Kata Abdul Hadi Nashir, bisa membantu pengusaha kecil. Untuk itu dia berharap BMT BIMA terus tumbuh agar mampu menggarap usaha kecil dan menengah (UMKM) yang masih luas.

Meski hanya menggarap usaha kecil dan menegah (UMKM) namun BMT BIMA hingga per April 2013 telah mampu menyalurkan dana / Pembiayaan Rp. 294.631.299.145, 00 (revolving fund).

Dana sebesar itu kebanyakan merupakan dana simpanan para anggota yang berprofesi sebagai pengusaha kecil seperti pertanian, perdagangan, perindustrian, lain-lain. Dana ini kemudian digulirkan kembali dengan sistem syariah bukan sistem bunga. “Selama ini usaha mikro kecil di Magelang kurang terjangkau oleh mekanisme bank besar. Padahal ini peluang pasar yang sangat besar dan sudah terbukti ketangguhannya dari badai krisis ekonomi. Kami berhasil men-catat pertumbuhan usaha yang signifikan,” ungkap suami Hj. Siti Nuraini.

Dijelaskan, porsi pembiayaan maupun penyertaan modal kepada para pedagang kecil ini mencapai 49 persen, kemudian petani kecil 24,3 persen. Sementara untuk pelaku industri ‘hanya’ 4,9 persen, jasa 9,9 persen, serta bentuk pembiayaan lain 11,4 persen.

“Ini membuktikan bahwa prospek pembiayaan mikro syariah usaha kecil menengah di Magelang sangat besar.”

Mewujudkan perekonomian rakyat yang kuat dan kesejahteraan bagi sesama benar-benar diwu-judkan, BMT BIMA telah merea-lisasikan penyaluran dana melalui beberapa program. Diantaranya pemberdayaan ummat mandiri, Peduli Anak negeri (beasiswa), santunan da’i Mukhlisin, paket sembako dhua’fa, tebar hewan kurban khitanan massal, baiti jannati dan peduli bencana.

“Hingga saat ini, total realisasi penyaluran dana Baitul Maal BIMA sebesar Rp. 2.610.605.125,00” ungkap pria kelahiran magelang 25 Mei 1958.

Selain program tersebut, Abdul Hadi Nashir menambahkan, ada program intern yang masih digarap yaitu pengembangan ekonomi ummat bersama-sama dengan pemerintah khusus di wi-layah magelang.

Sementara, BMT BIMA hingga kini memiliki 1 kantor pusat, 8 kantor cabang dan 3 kantor cabang pembantu yang tersebar di wilayah kabupaten Magelang dan sekitarnya. BMT BIMA tengah bersiap-siap ekspansi keluar daerah seperti Temanggung dan Sleman, Yogyakarta.

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *