Perjalanan Menuju Kebaikan

Perjalanan hidup manusia bagaikan perjalanan menggunakan sebuah pesawat terbang, penuh lika-liku, kenyamanan dan turbulensi (wiki : turbulence) saling berganti. Suka dan sedih datang silih berganti. Kemudahan dan kesukaran saling kejar-mengejar di antara kecepatan dan terpaan angin. Perjalanan hidup dari satu titik ke titik lain yang kadangkala tidak bisa diperkirakan membuat hidup lebih berwarna-warni. Manusia menjadi petualang di muka bumi yang hanya sementara ini.

Muhasabah berasal dari akar kata Bahasa Arab yakni hasiba yahsabu hisab yang secara etimologi memiliki makna melakukan perhitungan. Dalam terminologi syari, muhasabah berarti sebuah upaya evaluasi diri terhadap kebaikan dan keburukan dalam segala aspek kehidupan.

Muhasabah dapat dilakukan kapan saja, baik muhasabah saat Ramadhan, menjelang tutup tahun, dan di waktu lainnya. Muhasabah bisa dilakukan baik secara vertikal yakni dalam hal hubungan manusia dengan Sang Pencipta maupun secara horizontal yakni antar manusia. Muhasabah dapat menjadi sarana untuk mengantarkan manusia mencapai tingkat kesempurnaan sebagai hamba Allah SWT. Walaupun tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi, namun setidaknya kita senantiasa berusaha memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Muhasabah atau evaluasi diri menjadi sangat urgent seperti yang disampaikanlah dalam firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al Hasyr ayat 18 yang berbunyi,
“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat) dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Imam Ibnu Katsir menyatakan bahwa dalam ayat diatas memiliki makna “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab. Dan lihatlah amal-amal saleh yang telah kalian tabung untuk diri kalian pada hari kembali kalian dan pertemuan kalian dengan Rabb kalian”. (Tafsir Ibnu Katsir V/69 ).

Bahkan ada pula yang menyatakan bahwa muhasabah atau evaluasi diri termasuk Qadhaaya Imaniyah yang memiliki arti barometer keimanan seorang mukmin sangat ditentukan oleh kegiatan muhasabah yang terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapan dan Bagaimana Harus Bermuhasabah?
Ibnu Qayyim berkata bahwa muhasabah dilakukan sebelum melakukan perbuatan dan setelah melakukan sesuatu perbuatan. Muhasabah dapat dikerjakan setiap saat, pagi dan sore, bahkan setiap usai shalat sebagai muhasabah harian. Namun banyak diantara umat muslim yang melakukannya menjelang akhir tahun baik setiap tahun baru Islam atau tahun baru masehi yang yang biasanya terjadi setiap akhir bulan Desember.

Ada yang memilih melakukan muhasabah di rumah atau beri’tikaf di masjid. Ada yang mengikuti program-program muhasabah bersama, bahkan banyak pula orang yang melakukan perjalanan umroh di akhir tahun mulai Desember hingga awal Januari. Dengan melakukan perjalanan umroh sebagai sarana muhasabah, Insya Allah selain pahala umroh, kita akan semakin khusyuk dalam beribadah dan melakukan evaluasi diri. Karena selain melakukan evaluasi dan merenungkan perjalanan hidup sepanjang tahun, kita juga berkunjung ke Baitullah. Ibadah umroh selain menghapus dosa juga mengangkat kefakiran atau kemiskinan.

Muhasabah Organisasi, Perusahaan, Pemerintahan, dan Lain-lain
Sama seperti sebuah organisasi atau perusahaan. Muhasabah organisasi adalah membuat target-target organisatoris sesuai dengan tipe organisasi tersebut apakah profit atau non-profit. Lalu membuat rencana proyek-proyek, program-program kerja, dan portofolio. Selanjutnya mengeksekusi rencana-rencana itu. Saat eksekusi rencana berjalan, proses monitoring dan controlling dilakukan untuk mengetahui dan mengendalikan semua perubahan yang diusulkan sesuai maturity proses yang sedang berjalan. Di akhir proses, dilakukan muhasabah hasil-hasil kerja apakah sesuai dengan target-target yang sudah dicanangkan sebelumnya atau banyak deviasi yang terjadi, baik deviasi positif atau negatif.

Hampir semua organisasi yang baik, dari organisasi keluarga, perusahaan, kelompok kerja, kepolisian, lembaga-lembaga masyarakat, kementrian, bahkan pemerintahan juga selalu melakukan muhasabah di bagian awal, pertengahan, dan akhir suatu proses, proyek, atau program yang dijalankan.

Jadi konsep muhasabah dalam Islam juga menjadi dasar semua operasional organisasi, lembaga, perusahaan, pemerintahan, dari ruang lingkup diri, keluarga, daerah, nasional, regional, multinasional, internasional dan tipe-tipe kelompok lainnya.

Apa Muhasabah Seorang Muslim?
Diantaranya adalah muhasabah atas ketaatan yang selama ini kita abaikan. Berikutnya adalah muhasabah atas setiap perbuatan yang apabila ditinggalkan lebih baik daripada dilakukan dan yang terakhir muhasabah atas perbuatan yang mubah yang tidak dilakukannya.

Jadi secara rutin memeriksa peningkatan kualitas ibadah dan prestasi diri untuk terus ditingkatkan dan diperbaiki apa-apa yang masih kurang (atau menurun grafiknya).
Semoga kita semua nanti bisa membuat laporan pertanggungjawaban akhir tahun hidup kita dengan amal-amal shalih yang baik-baik dan seminimal mungkin bahkan meniadakan amal-amal buruk dari laporan pertanggungjawaban akhir tahun (hayat) kita nanti.

Aamiin.”

Print Friendly, PDF & Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *